Cerita Perahu Tua dan Asa Pendidikan Anak-anak Halmahera Selatan

By Admin


Ilustrasi Siswa MAN Naik Perahu Ke Sekolah

nusakini.com, Deru mesin perahu kayu memecah keheningan pagi di kawasan perairan Pulau Makian, Halmahera Selatan. Transportasi air ini dengan setia mengantarkan puluhan pelajar dan guru mengarungi lautan menuju gerbang ilmu di MAN 1 Halmahera Selatan.

Perjalanan lintas laut ini telah menjadi rutinitas harian yang harus dilalui oleh siswa dari berbagai desa tetangga belakangan ini. Anak-anak dari Desa Suma, Ploli, Soma, dan Wayloa menggantungkan harapan pada kokohnya lambung perahu tua tersebut.

Bagi warga setempat, hamparan lautan bukanlah sebuah penghalang, melainkan jembatan yang menghubungkan mimpi generasi muda dengan realitas. Pihak madrasah sangat memahami kondisi geografis ini dengan menyediakan layanan antar-jemput tanpa memungut biaya sepeser pun kepada para siswa.

Kepala MAN 1 Halmahera Selatan, Tamrin Hamisi, meyakini bahwa keterbatasan wilayah tidak boleh menghentikan langkah anak-anak untuk belajar. “Perahu tua ini sudah lama dan menjadi saksi perjuangan anak-anak menempuh pendidikan sampai mereka bisa menamatkan sekolah dan menjadi penerus bangsa,” ungkap Tamrin dengan penuh haru.

Semangat pemerataan pendidikan di pulau ini juga terus diupayakan lewat pengadaan teknologi terkini di tengah kepungan lautan. Kehadiran jaringan internet Starlink akhirnya mampu membuka jendela dunia bagi para siswa yang selama ini terisolasi dari derasnya arus informasi.

Tamrin mengenang masa-masa sulit ketika seluruh warga madrasah harus berjuang tanpa adanya koneksi dunia maya sama sekali. "Kami kemudian mengupayakan akses internet melalui Starlink sehingga anak-anak dan guru bisa mendapatkan akses informasi dan pembelajaran yang lebih luas," tuturnya mengisahkan masa transisi tersebut.

Harapan akan hadirnya akses jalan darat yang aman terus bergelora di dada para orang tua murid di tengah proses pendidikan yang masih berjalan. Pemerintah daerah setempat telah menjanjikan pembangunan infrastruktur penghubung antardesa yang dijadwalkan rampung pada beberapa tahun ke depan.

Menjelang terwujudnya janji perbaikan infrastruktur tersebut, perahu kayu andalan madrasah tetap akan membelah ombak dengan konsisten setiap paginya. Armada sederhana ini akan terus berlayar membawa generasi muda kepulauan menyeberang menuju masa depan yang lebih benderang. (*)