Dari Pabrik ke Istana: Saat Aspirasi Buruh Masuk ke Lingkar Pengambilan Kebijakan
By Admin

Said Iqbal
nusakini.com, Di tengah berbagai tantangan dunia kerja yang terus berubah, suara buruh kini memperoleh ruang baru di lingkungan Istana Kepresidenan.
Belakangan ini, perhatian terhadap isu ketenagakerjaan tidak hanya berkisar pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menyentuh kualitas hidup pekerja. Kepastian pekerjaan, penghasilan yang memadai, hingga perlindungan sosial menjadi harapan yang terus disuarakan oleh banyak kalangan buruh.
Masuknya Said Iqbal ke jajaran penasihat khusus Presiden memberi simbol tersendiri bagi kelompok pekerja. Sosok yang selama ini dikenal aktif menyuarakan kepentingan buruh kini berada lebih dekat dengan pusat pengambilan keputusan negara.
Dalam pandangannya, kesejahteraan pekerja tidak semata diukur dari tersedianya pekerjaan. Ada kebutuhan akan kepastian pendapatan, perlindungan sosial yang memadai, serta kesempatan yang setara untuk berkembang.
Di tengah proses pembangunan ekonomi yang terus didorong pemerintah, harapan muncul agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas oleh kelompok pekerja yang selama ini menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi nasional.
Selain pekerja di dalam negeri, perhatian juga diarahkan kepada buruh migran yang menghadapi berbagai tantangan saat bekerja di luar negeri. Perlindungan yang lebih kuat menjadi salah satu isu yang dinilai masih memerlukan pembenahan.
Bagi banyak pekerja, kehadiran perwakilan yang memahami persoalan ketenagakerjaan di lingkar kebijakan nasional menjadi harapan baru agar aspirasi mereka dapat lebih mudah tersampaikan. (*)