Ekspor Ubur-Ubur Tembus Pasar Dunia, Wawali Baubau Tantang Pengusaha Lokal Jangan Jadi Penonton

By Admin

Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu

nusakini.com, Bagi sebagian warga pesisir Baubau, komoditas seperti ubur-ubur selama ini hanya bernilai sekadarnya. Dijual ke pengepul, lalu dikirim jauh ke Makassar atau Surabaya. Nilai tambahnya kerap berhenti di tengah jalan. Namun, Rabu pagi, 28 Januari 2026, pola lama itu mulai berubah.

Ekspor perdana komoditas ubur-ubur dan sejumlah produk unggulan dari Kota Baubau menandai terbukanya akses perdagangan global langsung dari daerah. Sebuah langkah yang tidak hanya bermakna bagi pemerintah, tetapi juga membawa harapan baru bagi ekonomi rakyat.

Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, menyebut ekspor langsung sebagai peluang strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

“Peluangnya sudah terbuka. Masyarakat lokal harus berani mengambil peran, agar manfaatnya benar-benar dirasakan di daerah sendiri,” ujarnya.

Pada pengiriman perdana tersebut, Baubau melepas 46 kontainer ferro nikel, disusul produk turunan pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi sandaran ekonomi warga. Menurut Hamsinah, akses ekspor langsung akan memotong rantai distribusi panjang yang kerap menggerus keuntungan pelaku usaha kecil.

Namun, membangun ekosistem ekspor dari daerah bukan pekerjaan instan. Pemerintah Kota Baubau memilih memperkuat peran Perusahaan Daerah (Perusda) sebagai pengelola, meski menyadari tantangan besar dalam hal tata kelola dan akuntabilitas.

“Perusda ini mengelola aset publik. Tidak mudah, tapi kita terus belajar dan mengawalnya agar berjalan sesuai koridor,” katanya.

Sejak peluncuran ekspor di Kendari, minat pelaku usaha dari luar daerah terhadap Baubau mulai meningkat. Kondisi ini, menurut Hamsinah, harus dibaca sebagai peluang sekaligus peringatan. Jika pelaku lokal tidak segera berbenah, maka ruang ekonomi yang terbuka justru bisa diisi pihak luar.

Karena itu, ia mendorong pengusaha lokal, terutama generasi muda dan pelaku usaha pemula, untuk mulai memahami mekanisme ekspor. Keterlibatan mereka diyakini mampu menciptakan efek berganda—dari peningkatan pendapatan warga hingga penguatan ekonomi daerah yang selama ini tertinggal dari pusat-pusat perdagangan besar.

Bagi Baubau, ekspor ini bukan semata soal angka atau statistik. Ini tentang mengangkat potensi lokal, memperpendek jarak antara nelayan, petani, dan pasar dunia, serta memberi kesempatan daerah tumbuh dengan kaki sendiri. (*)