Gembleng 2.242 Pegawai di Kemenhan, Mentan: Karier Harus Berbasis Kinerja

By Admin


Mentan Andi Amran Sulaiman Bersama Peserta Komcad ASN

nusakini.com, Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam Komponen Cadangan (Komcad) diminta menjadikan pelatihan militer sebagai momentum perbaikan etos kerja. Pesan ini ditegaskan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung para peserta program tersebut.

Kegiatan pengarahan ini dilaksanakan di Hanggar Baru Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan pada Kamis (24/9/2026). Kehadiran pejabat negara ini bertujuan untuk memotivasi para pegawai agar memiliki kedisiplinan serta integritas yang tinggi saat bertugas.

Mentan menilai bahwa fondasi utama dalam mengemban tanggung jawab birokrasi terletak pada kekuatan karakter setiap individu. "Kalau Anda kehilangan uang, itu biasa-biasa saja, kalau kehilangan kesehatan, kamu kehilangan sesuatu, tapi kalau kehilangan karakter, kamu kehilangan semuanya," tegas Mentan Amran.

Ia berharap nilai-nilai kedisiplinan yang ditempa selama masa pendidikan tidak menguap begitu saja saat mereka kembali ke instansi masing-masing. Sikap persisten dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan publik dan tuntutan penyelesaian pekerjaan sehari-hari.

"Anda datang ke sini untuk mengubah mindset, mengubah karakter, mengubah tindakan dan harus persisten," tambahnya memberikan semangat. Perubahan pola pikir ini diyakini mampu mendorong perbaikan kualitas pelayanan di berbagai tingkat pemerintahan.

Gelombang kedua pelatihan ini diikuti oleh 2.242 peserta, dengan rincian 1.481 peserta laki-laki dan 761 perempuan. Angka tersebut merupakan bagian dari proyeksi pemerintah pusat untuk mensertifikasi 4.000 ASN ke dalam program Komcad sepanjang tahun 2026.

Tujuan utama dari pendidikan ini mencakup pembentukan loyalitas, jiwa korsa, dan semangat pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa. Oleh karena itu, sistem promosi jabatan ke depannya ditekankan harus sangat bergantung pada kemampuan masing-masing abdi negara.

Promosi karier yang hanya berbasis kedekatan personal harus segera dievaluasi dan diganti dengan penilaian kinerja yang objektif. "Harus meritokrasi, merit sistem, siapa punya kemampuan, silakan naik, tidak ketemu kemampuan, turun," ungkapnya terkait aturan karier.

Pada akhir arahannya, Mentan memacu nyali para peserta untuk berani memasang target setinggi mungkin dalam perjalanan karier mereka. "Mau jadi menteri, mau jadi gubernur, mau jadi bupati, genggam cita-citamu, jangan tinggalkan di sini sebelum kamu raih," pungkasnya. (*)