Kemenhut Kembangkan Bioprospeksi Flora untuk Farmasi hingga Bioenergi
By Admin

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki
nusakini.com, Jakarta — Kementerian Kehutanan mendorong pemanfaatan kekayaan flora Indonesia melalui program bioprospeksi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya hayati untuk berbagai sektor industri strategis.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan pemanfaatan flora berbasis ilmu pengetahuan diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor farmasi, kosmetik, pangan, hingga bioenergi.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara “BRIN Goes to Stakeholders & Society: Exposing New Species - Chapter Flora” di Kantor BRIN, Jakarta, Senin (25/5/2026).
“Kita memikul tanggung jawab besar untuk memastikan spesies-spesies ini tidak hilang sebelum kita memahami perannya bagi ekosistem,” ujar Rohmat.
Ia menjelaskan, sejumlah kolaborasi riset saat ini tengah dikembangkan di kawasan taman nasional. Beberapa di antaranya meliputi pemanfaatan tumbuhan untuk bahan kosmetik, pengembangan mikroba pertanian, hingga penelitian jamur sebagai kandidat antikanker.
Menurut Rohmat, kekayaan flora Indonesia bukan hanya aset ekologis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi besar apabila dikelola secara berkelanjutan dan berbasis riset.
Untuk mempercepat implementasi hasil penelitian di lapangan, Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan BRIN melalui Nota Kesepahaman yang diteken pada Februari 2026. Kerja sama tersebut juga mencakup penelitian di 16 Unit Pelaksana Teknis konservasi di seluruh Indonesia.
Selain pemanfaatan ekonomi, pemerintah juga mendorong pelibatan masyarakat adat dalam pengembangan riset kehutanan. Pengetahuan lokal dinilai memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan.
Rohmat menambahkan, penemuan spesies flora baru harus menjadi momentum memperkuat komitmen perlindungan keanekaragaman hayati nasional.
“Kita jadikan penemuan spesies baru bukan hanya sebagai capaian ilmiah, tetapi sebagai panggilan untuk bekerja lebih sungguh-sungguh menjaga hutan Indonesia,” katanya.
Di akhir acara, Wamenhut menyampaikan apresiasi kepada BRIN, para peneliti, pengelola kawasan konservasi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penemuan dan pelestarian flora Indonesia. (*)