Prabowo Pimpin Rapat Giant Sea Wall, Pemerintah Libatkan Akademisi untuk Perkuat Perencanaan
By Admin

Presiden Prabowo Subianto Memimpin Rapat Terbatas
nusakini.com, Jakarta, — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka untuk mematangkan rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) sebagai proyek strategis nasional.
Rapat tersebut membahas langkah lanjutan pembangunan infrastruktur pesisir yang ditujukan untuk melindungi wilayah pantai utara Jawa dari ancaman lingkungan, termasuk penurunan muka tanah dan abrasi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan, proyek tersebut dinilai memiliki peran penting karena berpotensi melindungi sekitar 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta penduduk di wilayah terdampak.
Menurut Brian, pemerintah mendorong keterlibatan perguruan tinggi melalui riset dan inovasi. Sejumlah penelitian yang telah diuji, termasuk di wilayah Demak dan Semarang, disebut dapat menjadi referensi dalam pengembangan proyek.
“Kami diminta berpartisipasi aktif, termasuk melibatkan dosen dan hasil penelitian kampus untuk mendukung percepatan serta efisiensi pembangunan,” ujar Brian dalam keterangan pers.
Ia menambahkan, Kementeriannya akan mengundang para guru besar dan pakar terkait untuk memberikan kajian teknis sekaligus terlibat dalam tim pelaksana proyek yang dipimpin oleh Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, menyebut proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan.
Menurutnya, pemerintah saat ini masih melakukan pendalaman terhadap aspek konstruksi, termasuk pemanfaatan sumber daya dalam negeri dan pendekatan ramah lingkungan.
“Perhitungan waktu pembangunan masih terus dikaji, karena berkaitan dengan sumber daya yang tersedia. Kami juga mempertimbangkan pemanfaatan material berbasis limbah untuk mendukung aspek lingkungan,” kata Didit.
Pemerintah menekankan bahwa percepatan proyek tidak hanya berorientasi pada waktu pembangunan, tetapi juga kualitas perencanaan, dengan melibatkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor industri. (*)