DSI Kelola Ekspor Batu Bara hingga CPO, Pemerintah Janjikan Sistem Transparan

By Admin


Purbaya
nusakini.com, Jakarta — Pemerintah mulai menyiapkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai perusahaan negara yang akan mengelola ekspor berbagai komoditas strategis nasional, mulai dari batu bara hingga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

DSI dibentuk sebagai BUMN khusus ekspor di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat tata niaga ekspor komoditas nasional sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap perdagangan strategis.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh aktivitas ekspor yang dikelola DSI berlangsung transparan dan tidak menjadi celah baru bagi praktik manipulasi perdagangan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sistem pengawasan lintas kementerian untuk mengawal operasional perusahaan tersebut.

“Nanti kalau enggak diawasin dengan betul nanti akan jadi lembaga monopolis yang menjadi sumber masalah,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, pengawasan akan melibatkan unsur dari Kementerian Keuangan serta sejumlah kementerian dan lembaga lain. Langkah itu dilakukan agar pengelolaan perdagangan komoditas tetap berjalan sesuai mekanisme pasar.

Purbaya menilai sistem pengawasan yang disiapkan pemerintah terhadap DSI akan lebih baik dibanding model lembaga sebelumnya sehingga potensi dominasi pasar dapat dihindari.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pengawasan terhadap DSI tidak hanya berasal dari satu institusi.

“Nanti dari mana-mana (pengawasannya),” kata Airlangga.

Adapun komoditas yang nantinya berada dalam pengelolaan DSI meliputi batu bara, CPO, hingga ferroalloys yang selama ini menjadi salah satu penopang ekspor nasional. Pemerintah berharap pengelolaan terpusat dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas global tanpa mengganggu persaingan usaha. (*)