Cap Go Meh 2026 di Jakarta Barat, Gubernur Pramono Umumkan Rencana Museum Peranakan
By Admin
Perayaan Cap Go Meh 2026/ Humas DKI
nusakini.com, Perayaan Cap Go Meh 2026 digelar di Pancoran Chinatown Point Mall, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir dalam acara tersebut bersama sejumlah mantan gubernur DKI Jakarta dari berbagai periode, yakni Sutiyoso, Fauzi Bowo, Djarot Saiful Hidayat, Anies Baswedan, serta Teguh Setyabudi.
Dalam sambutannya, Pramono menyatakan perayaan Cap Go Meh mencerminkan proses akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya Betawi dan identitas Jakarta. Ia juga menilai kehadiran para mantan gubernur menunjukkan kesinambungan pembangunan di Ibu Kota.
Pada kesempatan itu, Pramono mengumumkan rencana pembangunan Museum Peranakan di Jalan Keadilan, Jakarta Barat. Menurutnya, lokasi museum telah ditetapkan di salah satu aset milik pemerintah daerah, sementara besaran bangunan masih dalam tahap penentuan.
Ia menyampaikan, museum tersebut dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi warga Tionghoa dalam sejarah Jakarta sekaligus memperkuat identitas kota yang inklusif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga meyakini kehadiran museum itu dapat menjadi daya tarik wisata, baik domestik maupun mancanegara.
Selain itu, Pramono kembali menegaskan komitmen melanjutkan sejumlah program pembangunan, di antaranya pembongkaran tiang monorel, pembangunan jembatan penghubung Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol, serta rencana pembangunan rumah sakit internasional di lahan Sumber Waras.
Ia juga menyampaikan bahwa Taman Bendera Pusaka dijadwalkan diresmikan pada 14 Maret 2026. Pemerintah berharap ruang terbuka hijau tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
Ketua Panitia Cap Go Meh 2026, Anwar Budiman, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov DKI Jakarta. Ia mengatakan perayaan Cap Go Meh tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga simbol toleransi dan kolaborasi antarwarga. Berbagai pertunjukan seni dan atraksi barongsai turut memeriahkan festival tersebut.