Dobrak Stigma, Siswa Akuntansi SMKN 23 Jakarta Kini Mahir Marketing Math dan Strategi Digital

By Admin

Ahmad Madani
nusakini.com, Jakarta, 3 Februari 2026 – Jurusan Akuntansi SMKN 23 Jakarta melakukan terobosan kurikulum dengan membekali siswanya keterampilan digital marketing. Langkah inovatif ini diwujudkan melalui kegiatan In House Training (IHT) yang fokus pada penggabungan presisi angka akuntansi dengan strategi pertumbuhan bisnis di era digital.

Pelatihan ini mematahkan anggapan lama bahwa siswa Akuntansi hanya bertugas mencatat keuangan secara konvensional. Di era ekonomi digital, kemampuan menganalisis data pemasaran menjadi nilai tambah yang sangat dicari oleh industri.

Integrasi Akuntansi dan Pemasaran Digital
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tidak hanya mempelajari teori pemasaran dasar. Mereka didorong untuk menguasai E-Commerce Accounting dan Marketing Math, khususnya perhitungan ROI (Return on Investment) dan ROAS (Return on Ad Spend). Metrik-metrik ini sangat krusial karena menghubungkan pengeluaran iklan dengan pendapatan nyata perusahaan—sebuah area di mana ketelitian siswa Akuntansi sangat dibutuhkan.

Selain aspek teknis, para siswa juga dibekali kemampuan Optimalisasi LinkedIn. Tujuannya agar mereka mampu membangun profil profesional dan jejaring industri sejak dini, sehingga siap bersaing di pasar kerja global.

Perspektif Praktisi: Vokasi Harus Adaptif
Ahmad Madani, seorang pakar dan praktisi pemasaran yang fokus pada peningkatan mutu pendidikan vokasi, hadir sebagai narasumber utama. Dalam sesinya, ia menekankan bahwa kolaborasi lintas disiplin adalah kunci masa depan pendidikan.




"Siswa Akuntansi adalah pemegang data keuangan yang paling akurat. Jika mereka memahami Marketing Math, mereka bisa menjadi konsultan strategis yang mampu menentukan apakah sebuah kampanye digital itu efisien atau tidak. Inilah esensi peningkatan mutu vokasi yang kita sasar: menciptakan lulusan yang solutif dan adaptif terhadap kebutuhan industri," tegas Ahmad Madani.

Suara dari Siswa: Pengalaman Baru yang Membuka Wawasan
Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta, salah satunya Anisya Yuliyanti, siswi kelas XI Akuntansi SMKN 23 Jakarta. Ia mengaku baru menyadari bahwa ilmu akuntansi sangat luas implementasinya.

"Awalnya saya kira akuntansi hanya soal debit-kredit di buku besar. Ternyata, melalui pelatihan ini, saya belajar bahwa angka-angka yang kami pelajari bisa dipakai untuk mengukur keberhasilan iklan digital melalui ROI dan ROAS. Ini sangat seru dan relevan buat masa depan kami," ungkap Anisya.

Hal senada disampaikan oleh Chalifa Chairunnisa, yang juga siswi kelas XI. Ia merasa lebih percaya diri untuk masuk ke dunia kerja nantinya.

"Materi optimalisasi LinkedIn sangat membantu. Sekarang saya jadi tahu bagaimana caranya membangun personal branding sebagai calon akuntan yang juga melek digital marketing. Pelatihan ini benar-benar membuka mata bahwa jurusan Akuntansi bisa masuk ke banyak bidang, termasuk industri kreatif," tambah Chalifa. (*)