DPRD DKI Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu, Tekankan Edukasi dan Teknologi
By Admin

Ilustrasi Daur Ulang Sampah
nusakini.com, Jakarta — Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhammad Thamrin, menyatakan bahwa penanganan sampah dari sumber atau hulu menjadi langkah utama dalam mengatasi persoalan sampah di ibu kota.
Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip 3R, yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang). Namun, upaya ini dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat.
“Diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk edukasi yang masif kepada warga mengenai pentingnya pengurangan dan pemilahan sampah,” ujar Thamrin, Jumat (3/4)
Ia menambahkan, kelembagaan masyarakat seperti RT, RW, Dasawisma, dan PKK perlu dilibatkan secara aktif, bahkan menjadi teladan dalam praktik pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.
Selain itu, menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu menyediakan sarana pendukung seperti kantong plastik khusus pemilahan dan tempat sampah terpilah di lingkungan warga.
Thamrin juga menyoroti pentingnya pemahaman petugas pengangkut sampah dalam menjaga pemilahan antara sampah organik, daur ulang, dan residu.
“Jangan sampai sampah yang sudah dipilah oleh masyarakat justru dicampur kembali di lapangan,” katanya.
Ia turut mendorong pemberian insentif bagi kelompok masyarakat yang mengelola bank sampah atau mengolah sampah organik menjadi produk bermanfaat.
Terkait pengelolaan akhir, Thamrin menilai peristiwa di Bantargebang menjadi peringatan untuk mempercepat penerapan teknologi pengolahan sampah, seperti Intermediate Treatment Facility (ITF) atau Refuse Derived Fuel (RDF).
Menurut dia, Jakarta juga membutuhkan peta jalan (road map) yang jelas, mengingat produksi sampah harian mencapai sekitar 8.500 ton. (*)