Dua Srikandi Tani Nusantara Terima Penghargaan Global FAO di Italia
By Admin

Dok. Kementan
nusakini.com, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) secara resmi menyematkan penghargaan bergengsi 100 Women Heroes kepada dua tokoh tani asal Indonesia di Roma, Italia. Penganugerahan tingkat global ini diselenggarakan bertepatan dengan perayaan International Year of the Woman Farmer pada hari Sabtu (17/10/2026).
Dua penerima apresiasi prestisius tersebut adalah Rulyantina yang berasal dari wilayah Pandeglang, Banten, serta Istiqamah sebagai perwakilan dari Provinsi Aceh. Keduanya dinilai sukses membawa kontribusi yang terukur dalam memajukan inovasi komoditas pangan lokal sekaligus memperkuat struktur kelembagaan petani di wilayahnya masing-masing.
Atase Pertanian Republik Indonesia di Italia, Muharfiza, menyebut capaian tersebut sebagai panggung penting bagi eksistensi pelaku tani Nusantara. "Pengakuan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kiprah perempuan Indonesia kepada dunia," ujar Muharfiza dalam pernyataan resminya setelah acara penganugerahan berlangsung.
Lebih lanjut, ia menyoroti pendekatan berbeda yang dibawa oleh kedua inovator tersebut di kancah internasional hingga mampu menarik perhatian FAO. "Rulyantina menunjukkan bagaimana komoditas pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, sementara Istiqamah memperlihatkan pentingnya penguatan kelembagaan petani," kata Muharfiza menambahkan penjelasan.
Rulyantina, yang di daerahnya akrab disapa Unni Talas Beneng, tercatat sukses menerapkan konsep minim limbah pada pengolahan komoditas umbi endemik Banten. Proses hilirisasi yang didampingi langsung oleh Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten ini dinilai mampu merangsang peluang ekonomi bagi jaringan UMKM perdesaan.
Di sisi lain, Istiqamah memegang peran tak kalah krusial sebagai sekretaris koperasi kopi yang menaungi hingga 980 anggota aktif di daerah Aceh. Pengelolaan lahan komunal seluas 1.200 hektare di bawah pengawasannya kini telah membuktikan taringnya dengan merambah pasar ekspor ke Amerika Serikat dan berbagai negara Eropa.
Selain berfokus pada sisi komersial, Istiqamah juga secara konsisten menerapkan sistem budidaya agroforestri demi menjaga kelestarian ekosistem hutan dan tata air. Praktik pengelolaan lahan yang memadukan kepentingan ekonomi dan ekologi ini dinilai sangat vital untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global ke depan. (*)