Gelar Vokasi 2022: Wahana Mendorong Kolaborasi SMK dengan DUDI

By Abdi Satria


nusakini.com-Cimahi-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong beragam upaya kolaborasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk menciptakan lulusan yang akan menciptakan lapangan kerja maupun lulusan siap kerja.

Salah satu upaya tersebut dihelat melalui Gelar Vokasi 2022 bertajuk “Kolaborasi antara Ditjen Diksi dan Industri dan Dunia Kerja dalam mewujudkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia” dilaksanakan di Kantor Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI).

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbudristek, Suharti menyampaikan antusias dan optimis terhadap hasil karya dari anak bangsa yang berkualitas dan dapat bersaing dengan industri luar negeri. “Saya yakin bahwa kita bisa melakukan banyak hal untuk bisa memastikan ekonomi Indonesia menjadi baik dengan ketersediaan produk dalam negeri yang semakin banyak, dan tentunya yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa masyarakat indonesia mencintai produk dalam negeri,” tutur Suharti, dalam gelar vokasi tersebut.

Suharti menambahkan, target pasar di Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk hasil karya anak bangsa khususnya vokasi dapat diminati dan digandrungi oleh masyarakat di seluruh Indonesia, mengingat pangsa pasar Indonesia yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang banyak.

“Oleh karena itu, tantangan akan lebih banyak untuk selanjutnya teman-teman di vokasi ini dapat menyiapkan produk-produk yang tentunya dengan teknologi yang lebih baik,” jelas Suharti.

Sementara itu, Kepala BBPPMPV BMTI, Supriyono dalam laporannya mengatakan bahwa Gelar Vokasi 2022 juga sebagai Vokaborasi 2022, memiliki peran penting dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia agar lebih berkualitas dan dapat bersaing di era 4.0 saat ini.

“Tantangan saat ini bagi lembaga pendidikan untuk dapat menyiapkannya dengan lebih baik, industri sebagai bagian penting yang tidak boleh kita tinggalkan dan tidak terpisahkan dari pendidikan vokasi. Selain itu juga, Industri memiliki peran yang sangat krusial dalam memajukan pendidikan vokasi, harmonisasi antara pendidikan vokasi, dan industri akan menghasilkan sumber daya manusia dengan kemampuan yang diakui dan tingkat kepekerjaan yang tinggi,” urai Supriyono.

Kegiatan Gelar Vokasi 2022 menghadirkan peluncuran perdana Mahakarya Vokasi yaitu tayangan metaverse produk-produk karya insan vokasi yang sudah dikurasi serta direncanakan akan ditampilkan kepada publik pada bulan Agustus saat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas), pameran dan pentas seni. Pelaksanaan pameran yang dilakukan baik di dalam dan luar ruangan ini diisi oleh 17 stan/gerai dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi/ Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi, industri, SMK, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu karya unggulan SMK yang dihadirkan dalam pameran yaitu simulator kapal (ship simulator) dari SMK Kelautan dan Perikanan Puger, Jember. Siswa kelas XI jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) 2 SMK Kelautan dan Perikanan Puger, Rikza Ihza Mahendra memberikan penjelasan mengenai penggunaan simulator tersebut kepada Sekretaris Ditjen Pendidikan Vokasi, Wartanto yang didampingi oleh Kepala BBPPMPV BMTI, serta Direktur di lingkungan Ditjen Pendidikan Vokasi, dan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Bisnis Berbasis Teknologi Terapan Provinsi Jawa Barat, Hadi S. Cokro.

Pad kesempatan ini, Hadi S. Cokro menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Gelar Vokasi 2022. “Kadin Jawa Barat akan mendorong banyak pelaku dunia usaha maupun dunia industri di Jawa Barat untuk dapat membeli dan menggunakan hasil karya siswa SMK sejalan dengan semangat pemerintah menggelorakan bangga buatan Indonesia,” tuturnya.

Sebagai penutup, Suharti berpesan kepada peserta dan tamu undangan untuk menumbuhkan rasa semangat kompetisi positif diantara peserta didik dengan tetap memperhatikan kolaborasi dan kerja sama yang dibangun, baik antar peserta didik maupun satuan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan, serta dunia usaha dan industri.

“Kita harapkan lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati dan melihat hasil karya anak bangsa, dan semoga industri banyak yang tertarik untuk menggunakan teknologi yang kita hasilkan di dalam produksi mereka,” pungkas Suharti.(rls)