Kasus Aduan Anak di Kota Bogor Meningkat, KPAID Dorong Penguatan Peran Keluarga

By Admin


Dok. Humas Kota Bogor
nusakini.com, Bogor — Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor mencatat adanya kenaikan laporan terkait permasalahan anak di wilayahnya. Berdasarkan data internal KPAID, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 93 aduan masuk, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 64 kasus. Sektor keluarga dan lembaga pendidikan disebut menjadi penyumbang aduan tertinggi.

Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah, menyampaikan bahwa lonjakan angka aduan ini harus disikapi secara serius oleh seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah.

"Peningkatan ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk kembali memperkuat fondasi keluarga serta bersama-sama menjadi agen pelopor dan pelapor. Cita-cita menjadikan Kota Bogor sebagai daerah yang ramah anak bukan sekadar predikat, melainkan upaya nyata mewujudkan harapan anak-anak," ujar Dede pada Kamis (23/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela agenda Gerakan Bersama Mewujudkan Kota Bogor Sebagai Kota Layak Anak yang berlangsung di halaman Kantor LPP RRI Bogor, Jalan Pangrango. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi terhadap hak-hak anak, KPAID Kota Bogor memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan instansi. Penerima penghargaan di antaranya Ketua TP PKK Kota Bogor Yantie Rachim, Ketua Bidang I TP PKK Kota Bogor Novia Jenal Mutaqin, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor Dewi Sondari Denny.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Ketua KPAID Kota Bogor bersama Komisioner KPAI Pusat Ai Maryati Solihah dan Kepala LPP RRI Bogor Nordiana. Selain tokoh masyarakat, beberapa instansi seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Disdukcapil, serta Forkopimda Kota Bogor turut menerima piagam atas kontribusinya dalam mendukung program pemenuhan hak anak. (*)