nusakini.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan wisata MICE mampu menyumbang 5-7 persen dari target jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada 2016 sebesar 12 juta orang.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu mengatakan target itu tidak terlalu besar karena fasilitas wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition atau Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) masih sangat kurang di Indonesia.

"Target kita belum banyak sebab tempat MICE baru di beberapa tempat. Hanya Bali, Jakarta dan Bandung yang baru siap," katanya di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (3/9/2016).

Jemadu yang berada di Bali untuk ikut mendukung Konferensi Orthodentis Asia Pasifik (APOC) ke-10 dan Pertemuan Tahunan Asosiasi Orthodentis Indonesia ke-11 yang berlangsung di Bali, 1-3 September 2016.

Ia mengatakan mulai tahun 2016 ini pemerintah akan mengejar potensi wisata MICE karena selama ini belum digarap secara serius karena peserta MICE lebih banyak membelanjakan uang dibanding wisatawan umum. Wisatawan MICE umumnya berasal dari kalangan terpelajar.

Sejumlah yang akan dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan MICE adalah mengejar kegiatan MICE skala internasional untuk dibawa ke Indonesia.

Pemerintah, katanya, akan bekerja sama dengan lembaga dan kementerian lain untuk bersama-sama mendukung agar Indonesia menjadi tujuan wisata MICE.

"Kalau ada MICE yang akan dihadiri sekian puluh negara, kita akan tarik ke Indonesia. Jika ada agen yang mengikuti lelang MICE skala internasional, kita dukung dan fasilitasi," katanya.

Dia berharap agar wisatawan MICE yang datang ke Indonesia akan mendapatkan sambutan khusus dibanding dengan wisatawan lain misalnya disediakan jalur khusus di bandara sehingga tidak terlalu lama mengantre di pintu imigrasi.

Dengan upaya keras dari pemerintah, Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 20 juta dan dari jumlah itu sebanyak 20 persen adalah wisatawan MICE.

Pada acara Orthodentis Asia Pasifik (APOC) ke 10 dan Pertemuan Tahunan Asosiasi Orthodentis Indonesia ke 11 yang berlangsung di Bali, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan berupa jamuan makan malam dan pemberian ikat kepala khas Bali (udeng).

Pada jamuan makan malam yang dihadiri sekitar 900 dokter gigi se-Asia Pasifik itu, Kementerian Pariwisata menayangkan sejumlah potensi wisata di Indonesia baik berupa keindahan alam maupun kekayaan budaya.

Keterangan tertulis dari Kementerian Pariwisata menyebutkan Indonesia masih berada di peringkat 42 di dunia sebagai tujuan MICE pada 2014 dengan jumlah MICE sebanyak 76 pertemuan.

Jumlah ini masih lebih rendah dibandingkan dengan Singapura di peringkat 29 dengan 142 pertemuan, Malaysia di peringkat 30 dengan 133 pertemuan, dan Thailand berada di nomor 33 dengan 118 pertemuan.(p/mk)