Mentan Amran Pamer Penghentian Impor Solar dan Target Pangan di Simposium KAHMI

By Admin


Mentan Andi Amran Sulaiman

nusakini.com, Pada Rabu (9/9/2026), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan strategi pemerintah dalam mencapai kemandirian pangan nasional di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan saat ia menjadi pembicara kunci dalam Simposium Nasional KAHMI yang bertempat di Gedung Nusantara V, Senayan.

Program swasembada pangan tersebut diklaim sebagai bentuk nyata pelindungan negara terhadap petani dan kelompok rentan. Hal ini disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperkuat sektor strategis demi kedaulatan bangsa.

Amran mengingatkan bahwa Indonesia sebelumnya pernah menikmati masa swasembada komoditas pokok pada periode tertentu. Namun, beberapa kebijakan masa lalu yang kurang berpihak pada produk lokal membuat sistem pangan negara kembali terdesak oleh produk impor.

Ia lantas menegaskan tekad kementeriannya untuk membalikkan keadaan tersebut demi menyelamatkan kepentingan masyarakat kelas bawah. "Kita harus lindungi rakyat Indonesia, kita harus lindungi petani, kita lindungi orang miskin," kata Mentan Amran.

Presiden Prabowo sendiri dikabarkan memiliki target tata ruang agar setiap wilayah kepulauan di Indonesia mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri. "Mimpi Bapak Presiden pangan kita mandiri setiap pulau," ujar Amran terkait visi pemerataan pasokan tersebut.

Selain menjaga pasokan pangan, Kementerian Pertanian juga dilaporkan turut mengawal transisi energi nasional melalui inisiatif biodiesel B50. Program ini mengubah sekitar lima juta ton cadangan minyak sawit mentah menjadi bahan bakar nabati untuk substitusi pasokan solar.

Kebijakan konversi bahan bakar ini diklaim telah sukses menghentikan kebiasaan impor solar negara sejak bulan Juli lalu. Langkah strategis ini diharapkan otoritas terkait mampu memangkas tekanan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi secara menyeluruh.

Sebagai penutup pemaparannya, Amran memberikan jaminan keras terkait integritas kepemimpinan di lingkungan kementerian yang dinakhodainya. "Tapi kalau ada korupsi saya lakukan hari ini juga saya mundur dan proses saya," tegasnya di hadapan ratusan peserta simposium. (*)