Natalius Pigai Dorong Pemenuhan Hak Dasar di Tingkat Desa
By Admin

Menteri HAM Natalius Pigai
nusakini.com, Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Natalius Pigai menegaskan pentingnya pemenuhan hak dasar masyarakat sebagai prioritas utama pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Rapat Koordinasi Penggerak HAM Desa/Kelurahan/Kampung Sadar HAM di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurut Pigai, para penggerak di lapangan memiliki tugas krusial untuk memantau indikator hak dasar secara berkelanjutan. Langkah pengawasan ini dinilai penting demi mewujudkan pembangunan desa yang memiliki sifat inklusif bagi seluruh warga.
Eksistensi hak asasi dipandang bermula dari lingkungan masyarakat akar rumput, bukan sekadar dari ranah elite pemerintahan. "Hak Asasi Manusia tidak dilahirkan di ruang sidang, kantor kementerian, atau seminar akademik," tegas Pigai.
Ia menambahkan bahwa implementasi nilai kemanusiaan harus terus hidup dalam interaksi sosial yang paling sederhana. "Desa bukan sekadar unit administratif terkecil, melainkan tempat pertama dan terakhir di mana hak asasi dapat benar-benar menjadi nyata," tuturnya.
Kebijakan terkait program perlindungan ini disebut sejalan dengan visi Asta Cita usungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kementerian memandang para penggerak tersebut sebagai representasi sekaligus cerminan langsung dari institusi negara di masyarakat.
Saat ini, tercatat terdapat 200 Desa Binaan Sadar HAM yang menjadi fokus utama penguatan edukasi. Pemerintah berharap program pemberdayaan ini mampu membawa dampak nyata bagi kualitas hidup warga.
Keberadaan inisiatif pengawasan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan target di atas kertas administrasi. "Jadikan program ini lebih dari sekadar pemenuhan indikator administratif," ujar Pigai di hadapan para peserta rapat.
Dedikasi para penggerak diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan hidup yang layak dan berkeadilan. "Jadikan dedikasi Saudara sebagai pondasi untuk membangun desa, kelurahan, dan kampung menjadi ruang hidup warga yang bermartabat," pesannya.
Menutup arahannya, MenHAM mengimbau seluruh utusan untuk berani mengawal keadilan secara konsisten di lapangan. Upaya ini dinilai vital guna menumbuhkan kesadaran hak asasi yang kuat di kawasan binaan masing-masing. (*)