Pemerintah Bangun 100 Gudang Modern Rp5 Triliun untuk Jaga Kualitas Cadangan Beras
By Admin

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi
nusakini.com, – Pemerintah mempercepat pembangunan 100 gudang modern penyimpanan beras di berbagai daerah sebagai upaya menjaga kualitas cadangan pangan nasional. Proyek senilai Rp5 triliun tersebut ditargetkan mampu meningkatkan daya simpan beras hingga tiga tahun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan infrastruktur penyimpanan menjadi langkah strategis untuk mendukung pengelolaan stok beras nasional yang kini mencapai lebih dari 5,3 juta ton.
Menurut Amran, gudang modern yang sedang dibangun dirancang menggunakan sistem penyimpanan yang lebih baik dibanding fasilitas konvensional yang selama ini digunakan.
“Sudah disetujui dan sedang dibangun 100 titik gudang modern. Dengan teknologi penyimpanan yang lebih baik, beras bisa bertahan dua sampai tiga tahun,” ujar Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Pembangunan gudang tersebut menjadi salah satu respons pemerintah terhadap meningkatnya volume cadangan beras nasional. Dengan kapasitas penyimpanan yang memadai, risiko penurunan kualitas beras selama masa penyimpanan diharapkan dapat ditekan.
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto juga mengingatkan pentingnya percepatan perputaran stok, terutama untuk beras yang telah tersimpan lebih dari satu tahun di gudang.
Menanggapi hal itu, Kementerian Pertanian bersama Perum Bulog melakukan pemantauan rutin terhadap kualitas stok. Dari total cadangan beras nasional sekitar 5,3 juta ton, sebanyak 93.488 ton tercatat mengalami penurunan mutu namun masih dapat direproses agar kembali layak didistribusikan.
Sementara itu, beras yang mengalami kerusakan akibat faktor bencana alam hanya mencapai 3.619 ton. Jumlah tersebut dinilai sangat kecil dibanding total stok yang tersedia.
Amran menegaskan keberadaan gudang modern akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain menjaga kualitas, fasilitas tersebut juga mendukung pengelolaan stok dalam jangka panjang ketika produksi beras nasional meningkat.
Ia menambahkan sejumlah negara telah menerapkan teknologi penyimpanan modern yang memungkinkan beras bertahan lebih lama tanpa mengalami penurunan kualitas signifikan. Pemerintah berharap sistem serupa dapat diterapkan secara optimal di Indonesia.
Dengan dukungan fasilitas baru tersebut, pengelolaan cadangan beras nasional diharapkan semakin efisien sekaligus mampu menjamin pasokan pangan yang stabil bagi masyarakat di berbagai daerah. (*)