Pengawasan Dugaan Mafia Beras Fortifikasi Diperkuat dengan Gerakan Pemuda

By Admin


Mentan Andi Amran Sulaiman Bersama Pemuda

nusakini.com, Jakarta, Senin (5/2/2024) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengundang perwakilan organisasi kepemudaan, pelajar, dan mahasiswa dari berbagai daerah ke kediamannya di Jakarta pada Minggu (4/2). Dalam forum ini, Mentan mengajak generasi muda untuk turut mengawasi pemberantasan dugaan praktik mafia beras fortifikasi yang dinilai merugikan masyarakat.

Menurut Mentan Amran, sejumlah penyimpangan pada program beras fortifikasi diduga telah menyebabkan harga beras melonjak tinggi dan menimbulkan kerugian masyarakat yang nilainya ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah. "Penyalahgunaan program fortifikasi bukan sekadar soal harga, melainkan dugaan penipuan yang merampas hak masyarakat berpenghasilan rendah terhadap pangan bergizi," ujar Mentan Amran.

Ia menyoroti potensi kerugian masyarakat hingga Rp71 triliun akibat selisih harga penjualan beras fortifikasi yang terjadi tanpa nilai tambah signifikan. Sebagai contoh, beras yang seharusnya dijual seharga sekitar Rp10 ribu per kilogram, dipasarkan dalam bentuk fortifikasi seharga Rp42 ribu per kilogram. Pemerintah juga mencatat adanya praktik penjualan beras non-premium dengan label premium, yang berdampak pada kerugian masyarakat hingga Rp98 triliun berdasarkan hasil pengawasan.

Dalam kesempatan itu, Mentan menegaskan pemberantasan mafia pangan merupakan arahan langsung Presiden untuk melindungi masyarakat dari praktik perdagangan yang merugikan publik. Kementerian Pertanian beserta Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, dan aparat penegak hukum telah memperluas pengawasan dan melakukan pengambilan sampel produk di berbagai daerah untuk memastikan mutu dan kewajaran harga.

"Penegakan hukum terus berjalan. Sampai saat ini, Satgas Pangan telah menetapkan 39 tersangka terkait perkara dugaan penyimpangan di sektor beras," terang Mentan.

Seruan Mentan untuk melibatkan generasi muda mendapat sambutan dari sejumlah organisasi kepemudaan. Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Hanif Caniago, menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut dan menegaskan kesiapan organisasinya untuk mengawal pemberantasan mafia pangan. Dukungan serupa disampaikan perwakilan mahasiswa dan organisasi kepemudaan lainnya, yang menilai pengawasan bersama dapat memperkuat ketahanan pangan nasional serta melindungi hak masyarakat kecil. (*)