Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta

By Admin


nusakini.com, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo optimistis Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung berpotensi berkembang menjadi ikon baru di ibu kota.

Menjelang aktivasi kawasan tersebut, Rio menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan. Menurutnya, sentra ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat penjualan hewan peliharaan, tetapi juga perlu dikolaborasikan dengan berbagai jenis dan usaha lain yang saling mendukung.

“Pengelola harus inovatif dan mampu membuat tempat ini menarik, baik sebagai sentra auna maupun melalui kolaborasi dengan usaha lainnya,” ujar Rio, Jumat (2/1).

Selain inovasi, ia menilai, perlu adanya pembagian peran atau plotting pengelolaan yang jelas dan representatif, baik dari unsur pedagang maupun Dinas PPKUKM. Seluruh proses pengelolaan, kata dia, harus dimusyawarahkan dan disesuaikan dengan dinamika serta kondisi aktual di lapangan.

Rio juga menekankan pentingnya membangun konektivitas dengan lingkungan sekitar. Sebab, lingkungan sekitar memiliki peran strategis sebagai bagian dari fungsi pemasaran sekaligus pendukung keberlangsungan kawasan.

“Tidak kalah penting adalah konektivitas dengan komunitas konsumen, baik di DKI Jakarta maupun Jabodetabek. Pasar seperti ini biasanya memiliki konsumen khusus yang berbasis komunitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rio mendorong agar Sentra Fauna Lenteng Agung diisi dengan beragam aktivitas dan kegiatan yang menarik, seperti pentas hiburan maupun kontes yang diminati komunitas, misalnya kontes burung guna menarik minat pengunjung.

“Kalau ada event, komunitas itu bisa datang ramai-ramai. Bahkan dari jauh-jauh hari sudah penuh,” tambahnya.

Ia menyebutkan, berbagai masukan tersebut telah disampaikan saat dirinya meninjau lokasi dan berdialog dengan pedagang, pelaku UMKM, wali kota, serta camat, hingga disampaikan melalui rapat-rapat kerja di Komisi B DPRD DKI Jakarta.

Rio pun meyakini Sentra Fauna Lenteng Agung memiliki potensi besar untuk berkembang lantaran tidak ada satu jengkal pun lokasi di Jakarta yang tidak memiliki fungsi komersial.

“Saya sudah beberapa kali ke sana dan melihat langsung. Harusnya ini sangat menjanjikan dan bisa menjadi ikon baru Jakarta. Tinggal bagaimana pemicunya didorong oleh pengelola dan Pemprov DKI Jakarta,” tandasnya. (*)