Transjakarta Capai 92 Persen Jangkauan Area, Tambah 500 Bus Listrik Terintegrasi

By Admin

Dok. Pemprov DKI

nusakini.com, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyatakan jangkauan layanannya kini telah menyentuh angka 92 persen di seluruh wilayah ibu kota. Pencapaian operasional ini diumumkan oleh Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Mohamad Deddy Gamawan, pada Senin (31/8).

Perluasan cakupan darat ini direalisasikan melalui pengoperasian 240 rute yang mencakup berbagai tipe kelas armada angkutan. Rute yang tersedia meliputi jaringan BRT, angkutan pengumpan, Mikrotrans, hingga akses transportasi khusus menuju kawasan rumah susun warga.

Menurut pejabat yang akrab disapa Dega tersebut, ekspansi ini tidak sekadar mengejar jangkauan melainkan juga memperkuat konektivitas antar-moda. "Masyarakat dapat menikmati moda transportasi publik yang lebih praktis, nyaman, dan efisien," ujar Dega saat menjelaskan dampak perluasan tersebut.

Konsep penghubung mil pertama dan terakhir menjadi prioritas mendasar dalam perancangan desain strategi integrasi rute ini. Hasilnya, berbagai titik pemberhentian bus kini terhubung secara fisik dengan simpul penting seperti stasiun MRT maupun LRT Jabodebek.

Kemudahan infrastruktur ini juga ditopang oleh kebijakan penyatuan tarif pelbagai moda yang dinilai sangat menguntungkan para penumpang komuter. Warga pengguna jasa hanya dikenakan biaya maksimal Rp10.000 untuk menikmati perjalanan lintas transportasi yang berdurasi hingga 180 menit.

Selain konektivitas jalur, manajemen juga tengah mengakselerasi pemakaian energi bersih dengan menerjunkan 500 unit bus berbasis tenaga listrik. "Untuk mencapai target tersebut, kami menerapkan strategi peremajaan armada, pengadaan bus listrik baru, serta program retrofit," katanya memaparkan peta jalan perusahaan.

Kebijakan elektrifikasi masif ini dirancang guna mengejar sasaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan 50 persen angkutan umum bebas polusi pada 2027. Berdasarkan rancangan regulasi jangka panjang, pembebasan emisi gas buang transportasi ini diharapkan terealisasi 100 persen saat memasuki tahun 2030.

Daftar lokasi integrasi strategis yang sudah berjalan meliputi Stasiun MRT Bundaran HI hingga jalur Stasiun LRT dari Setiabudi sampai Kuningan. Pihak manajemen terus memastikan bahwa kemudahan perpindahan warga antarmoda angkutan ini akan selalu menjadi arah utama pembangunan ke depan. (*)