UIN Sunan Kalijaga Pimpin Daftar Kualitas Riset Terbaik Indonesia

By Admin


Dok. Ist

nusakini.com, Kementerian Agama Republik Indonesia mengumumkan empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berhasil masuk daftar sepuluh besar kampus dengan kualitas riset terbaik pada Kamis (8/10/2026). Penilaian mutu ini didasarkan pada pilar penilaian indikator kualitas penelitian dari Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) edisi 2027.

Posisi tertinggi diraih oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menduduki peringkat pertama skala nasional dengan skor 82,8. Selanjutnya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyusul di belakangnya dengan mengamankan peringkat kedua berkat perolehan skor 60,2.

Dua institusi pendidikan tinggi lainnya adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada urutan kesembilan dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung di peringkat kesepuluh. Keempat lembaga akademis ini dinilai telah membuktikan kapasitas mumpuni mereka dalam menghasilkan karya ilmiah bertaraf internasional.

Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas keberhasilan institusi pendidikan tersebut. "Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi Kementerian Agama dan seluruh keluarga besar PTKIN," tegasnya.

Pihaknya berharap kampus-kampus unggulan tersebut mampu membimbing institusi lain agar memiliki standar riset yang sama. "Empat PTKIN yang telah menunjukkan capaian ini diharapkan tidak hanya mempertahankan prestasinya, tetapi juga dapat memberikan penguatan kepada PTKIN lainnya," tambah Kamaruddin.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Suyitno, menyebut prestasi ini sebagai bukti nyata besarnya kontribusi perguruan tinggi Islam di bidang keilmuan. "Capaian ini menunjukkan bahwa PTKIN tidak hanya berkembang dalam aspek pendidikan dan pengajaran, tetapi juga semakin kuat dalam menghasilkan riset yang berkualitas," katanya.

Penguatan ekosistem penelitian saat ini diakui menjadi fokus utama dalam peta jalan transformasi perguruan tinggi keagamaan di Tanah Air. Para akademisi didorong agar menciptakan karya ilmiah yang berkolaborasi sekaligus memberikan solusi konkret bagi persoalan masyarakat.

Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag, Sahiron, menekankan pentingnya penguatan budaya akademik yang konsisten di lingkungan perguruan tinggi. "Ke depan, kami akan terus mendorong PTKIN untuk memperkuat riset unggulan, meningkatkan kolaborasi nasional dan internasional, serta memastikan hasil penelitian memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (*)