Asep Yusuf Soroti Pentingnya Persaudaraan dalam Latihan Bersama Ratusan Pesilat di Bogor

By Admin


Silaturahmi dan Latihan Bersama Perguruan Silat se-Kota Bogor
nusakini.com, Bogor,— Akademisi dan pelaku usaha Asep Yusuf menekankan pentingnya nilai persaudaraan dan pelestarian budaya dalam kegiatan Silaturahmi dan Latihan Bersama Perguruan Silat se-Kota Bogor yang digelar dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Kegiatan yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) itu diikuti ratusan pesilat dari berbagai perguruan di Kota Bogor. Acara tersebut menjadi wadah mempererat hubungan antar-pesilat sekaligus memperkuat komitmen menjaga warisan budaya pencak silat.

Asep Yusuf, yang hadir sebagai bagian dari keluarga besar Perguruan Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor, menilai pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai sosial di tengah masyarakat.

Menurut Asep, pertemuan berbagai perguruan dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa perbedaan aliran dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan. Ia menyebut nilai saling menghormati, disiplin, dan persaudaraan yang diajarkan dalam pencak silat masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kegiatan ini menunjukkan bahwa persaudaraan menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. Pencak silat mengajarkan penghormatan terhadap sesama serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu," ujar Asep di sela kegiatan, Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Perguruan Gelanggang Putra Si Macan Tutul Bogor yang dipimpin M. Syahrudin atau Ki Elun turut ambil bagian bersama sejumlah anggotanya. Perguruan yang berpusat di Kecamatan Ciomas itu menampilkan gerakan pencak silat tradisional yang mengedepankan nilai budaya dan filosofi leluhur.

Latihan bersama tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antarperguruan, tetapi juga sarana mengenalkan pencak silat kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus digelar untuk menjaga eksistensi pencak silat tradisional sekaligus memperkuat persatuan di kalangan pesilat dan masyarakat Kota Bogor. (*)