Iran Tegaskan Selat Hormuz Jadi Aset Strategis di Tengah Ketegangan dengan AS
By Admin

Selat Hormuz
nusakini.com, Teheran, Senin, 11 Mei 2026 — Pemerintah Iran mulai secara terbuka menempatkan Selat Hormuz sebagai salah satu instrumen strategis utama di tengah meningkatnya ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat.
Sejumlah pejabat tinggi Iran menyampaikan bahwa jalur pelayaran yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab itu kini dipandang memiliki posisi penting dalam menghadapi tekanan ekonomi dan diplomatik dari Barat.
Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohamad Mokhber, mengatakan kemampuan Iran memengaruhi aktivitas di Selat Hormuz dinilai memiliki dampak besar terhadap ekonomi global.
Menurut Mokhber, posisi geografis Iran memberi pengaruh strategis karena sebagian besar distribusi energi dunia melintasi kawasan tersebut.
Ia juga menyebut pemerintah Iran sedang mendorong penguatan tata kelola Selat Hormuz melalui jalur internasional dan regulasi dalam negeri.
Pernyataan tersebut muncul ketika proses negosiasi antara Teheran dan Washington terkait proposal kesepakatan baru masih mengalami kebuntuan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pemerintah Iran tetap menjalankan proses diplomasi sesuai kepentingan nasionalnya dan tidak mengikuti tenggat waktu yang disebut datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sementara itu, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menilai penguasaan kawasan strategis tersebut menjadi salah satu cara menghadapi embargo minyak dan tekanan ekonomi Amerika Serikat.
Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan tetap berkomitmen menjaga keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Selat Hormuz diketahui menjadi salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Sekitar seperlima distribusi minyak global melewati kawasan tersebut setiap hari.
Pengamat menilai pernyataan terbaru Teheran menunjukkan meningkatnya penggunaan pengaruh geopolitik kawasan sebagai alat tawar menghadapi sanksi ekonomi internasional. (*)