Ketika Koper Putih Itu Ditemukan: Dampak Kasus Narkoba di Internal Kepolisian
By Admin
Ilustrasi
nusakini.com, Di tengah proses hukum yang masih berjalan, sebuah koper putih menjadi simbol dari kasus yang mengguncang internal kepolisian.
Belakangan ini, publik dikejutkan oleh penonaktifan seorang kapolres di Bima Kota. Dugaan kepemilikan narkoba yang menyeret perwira menengah itu tidak hanya berdampak pada kariernya, tetapi juga menyeret nama-nama lain di lingkup kedinasan.
Seorang anggota polisi perempuan yang kini bertugas di Tangerang Selatan ikut diperiksa sebagai saksi. Ia disebut pernah menjadi bawahan tersangka saat berdinas di Polda Metro Jaya. Berdasarkan penyidikan, koper yang diduga berisi narkoba itu disimpan di rumahnya atas permintaan tersangka.
Situasi ini menempatkan anggota tersebut dalam posisi sulit. Di satu sisi, ia menjalankan perintah atasan. Di sisi lain, proses hukum menuntut klarifikasi atas setiap peran yang ada.
Tak hanya itu, istri tersangka juga dimintai keterangan. Lingkar terdekat seorang pejabat publik kerap ikut terseret dalam pusaran penyidikan, meski status mereka masih sebagai saksi.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana dugaan pelanggaran hukum di tubuh aparat dapat berdampak luas, baik secara institusional maupun personal. Di tengah sorotan masyarakat, proses hukum yang transparan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik. (*)