RI-India Sepakati Integrasi Sistem Pembayaran Elektronik dan Kampus Baru

By Admin


Dok. Setneg
nusakini.com,
Jakarta — Pemerintah Indonesia dan India resmi menyepakati penguatan hubungan bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari digitalisasi keuangan hingga dunia pendidikan. Salah satu poin krusial yang dihasilkan adalah rencana penyatuan sistem pembayaran digital UPI (Unified Payments Interface) milik India dengan sistem pembayaran di Indonesia.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2024).

Dalam konferensi pers bersama usai dialog, PM Narendra Modi menyatakan bahwa integrasi sistem pembayaran elektronik ini dirancang untuk mempermudah aktivitas dunia usaha sekaligus mendukung sektor pariwisata antara kedua negara. Modi menilai kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari energi baru dalam hubungan diplomatik yang telah terjalin.

"Langkah ini diproyeksikan mampu mendongkrak kemudahan dalam berbisnis serta memfasilitasi para pelancong dari kedua negara," ujar Modi di Istana Merdeka, Selasa (7/7/2024).

Selain sektor keuangan digital, kerja sama di bidang pendidikan tinggi juga mencatat sejarah baru. PM Modi mengonfirmasi bahwa salah satu lembaga pendidikan terkemuka, Institut Manajemen Bangalore, dijadwalkan bakal mendirikan kampus cabangnya di Indonesia. Ekspansi akademis ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memberikan dampak positif bagi kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Hubungan kemitraan strategis komprehensif yang telah disepakati sejak 2018 ini kini diarahkan pada level yang lebih tinggi. Pertemuan tatap muka antara Presiden Prabowo dan PM Modi ini juga menandai penguatan di sektor teknologi, khususnya pengembangan kecerdasan artifisial (AI), infrastruktur telekomunikasi, serta penguatan ekosistem perusahaan rintisan (startup).

Melalui perluasan kerja sama ini, kedua pemimpin negara optimistis stabilitas ekonomi dan penguatan sumber daya manusia dapat tercapai demi menyongsong visi Indonesia Emas serta visi kemajuan India di masa depan. (*)