Pemkab Bekasi Beri Solusi UMKM yang Sepi Pembeli di Pasar Digital

By Admin


Bimbingan Teknis E-Commerce Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi
nusakini.com,
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi menyelenggarakan Bimbingan Teknis E-Commerce untuk pengusaha mikro pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan pembinaan pemasaran digital ini dilaksanakan di kawasan Universitas Pelita Bangsa Kalimalang.

Praktisi vokasi Ahmad Madani hadir memberikan pemaparan mengenai pentingnya strategi membangun basis pelanggan setia. Para peserta diajak memahami bahwa berjualan daring bukan sekadar mengunggah foto produk ke internet.

Banyak pelaku usaha yang sudah aktif di berbagai platform namun angka penjualannya tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi kelesuan ini sering kali dipicu oleh ketidakmampuan menghubungkan kanal pemasaran dengan tahapan keputusan pembeli.

Praktisi pemasaran tersebut memberikan pandangan lugas terkait efisiensi pemanfaatan platform digital bagi pengusaha kecil. "Strategi bukan melakukan semuanya, melainkan memilih apa yang paling penting," tutur Ahmad Madani.

Setiap saluran promosi seperti media sosial, aplikasi pesan singkat, hingga situs web diyakini memiliki peran operasional yang berbeda. Oleh karena itu, pengusaha mikro tidak diwajibkan untuk mengelola seluruh platform tersebut secara bersamaan tanpa arah yang jelas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Hasan Basri, menyatakan transformasi digital harus menyentuh aspek pengelolaan usaha secara fundamental. "Kami ingin pelaku usaha mikro tidak hanya hadir di ruang digital, tetapi mampu mengelolanya secara produktif sehingga memberikan dampak nyata," papar Hasan.

Analis Kebijakan Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Abdul Yasin, mengingatkan bahwa pemilihan platform berniaga harus sesuai dengan perilaku konsumen. "Pelaku usaha perlu menentukan prioritas agar waktu dan biaya dapat diarahkan pada kanal yang paling relevan," ucap Abdul Yasin.

Para peserta pelatihan didorong untuk langsung mengaplikasikan wawasan teknis yang didapat secara bertahap dalam operasi bisnis mereka. "Peningkatan kapasitas akan terasa manfaatnya ketika pengetahuan diterapkan secara konsisten," pungkas Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Agus Dwi Riyanto. (*)